Kapan Cuka Apel Bisa Kadaluarsa?

  • Cuka Apel
  • February 2023
Kapan Cuka Apel Bisa Kadaluarsa?

     Cuka Apel merupakan salah satu produk hasil dari fermentasi buah apel. Biasanya cuka apel digunakan sebagai penambah cita rasa. Selain itu, cuka apel juga disebut-sebut memiliki beragam manfaat untuk kesehatan tubuh. Tak heran jika kini banyak orang yang mulai mengkonsumsi cuka apel sebagai bagian dari rutinitas mereka.  Tapi tahukah kamu, jika cuka apel sebenarnya merupakan salah satu makanan yang tidak memiliki kadaluarsa? Kira-kira kenapa ya?

     Pada dasarnya cuka merupakan salah satu produk makanan yang tidak memiliki masa kadaluarsa. Bahkan hal ini juga tertera pada peraturan BPOM tentang Pencantuman Informasi Asal Batas Kedaluwarsa pada Penandaan Label Pangan Bab IV tentang Batas Kadaluarsa Pasal 8 yang menyebutkan bahwa cuka merupakan salah satu dari tujuh jenis produk pangan yang tidak wajib mencantumkan tanggal, bulan, dan tahun kedaluwarsa.

Baca Juga: Kenapa Cuka Apel Memiliki Warna Yang Berbeda-Beda?

     Bukan tanpa alasan, hal ini disebabkan karena cuka memilki keasaman yang tinggi yaitu dengan kadar pH 2-3. Kandungan asam asetat dalam cuka juga membuat rasa cuka menjadi sangat asam. Kondisi asam inilah yang menjadikan cuka awet dengan sendirinya. Pada dasarnya kondisi asam membuat bakteri patogen seperti Escherichia coli, Staphylococcus aureus dan Candida albicans tidak dapat tumbuh. Itulah sebabnya cuka apel juga memiliki sifat sebagai antimikroba.

     Meski tidak memiliki ketentuan untuk melampirkan Expired date, biasanya pada kemasan cuka apel tidak dilampirkan keterangan Expired date (kadaluarsa), melainkan menggunakan keterangan Best before (baik digunakan sebelum) untuk memberikan informasi kepada konsumen tentang hal yang terkait tentang umur simpan produk. Expired date dan Best before merupakan 2 hal yang berbeda meskipun menunjukkan masa atau batas penggunaan.  

  • Expired date merupakan waktu batas maksimal yang menunjukkan bahwa produk itu aman dikonsumsi, jika melampaui batas dikhawatirkan produk tersebut justru dapat berpengaruh pada keamanan pangan dan membahayakan konsumen. 

  • Best before merupakan waktu yang menunjukkan bahwa produk tersebut baik dikonsumsi dalam rentang waktu tersebut. Jika melampaui batas, produk ini masih aman untuk dikonsumsi hanya saja produk tersebut mengalami penurunan mutu atau sensori (warna, aroma dan tekstur). Jadi, hanya karena cuka apel sudah melewati batas best before bukan berarti cuka apel harus dibuang. 

     Namun juga ada faktor lain yang dapat menyebabkan umur simpan cuka apel dapat berubah atau menjadi lebih singkat. Hal ini karena kemasan cuka apel sudah dibuka tutup dan cara penyimpanannya kurang tepat. Cara penyimpanan yang disarankan untuk menyimpan cuka apel yang baik dan benar yaitu dengan menyimpannya di tempat yang terhindar dari sinar matahari secara langsung untuk tetap menjaga cuka apel tetap awet.

Baca Juga: Jangan Asal Beli Cuka Apel! Ini Dia Tips Pilih Cuka Apel Yang Benar

     Selain umur simpan cuka apel yang relatif lama, baiknya pilihlah cuka apel yang memiliki kandungan “mother” probiotic atau bakteri baik. Dehealth Finega Cuka Apel hadir dengan “mother” atau inang cuka yang memiliki kandungan probiotik atau bakteri baik yang bermanfaat untuk kesehatan.  Dehealth Finega Cuka dibuat dari apel lokal pilihan melalui proses fermentasi alami, raw (mentah) dan tanpa proses pemanasan/pasteurisasi untuk menjaga pertumbuhan bakteri baik yang ada di dalamnya. Temukan Dehealth Finega Cuka Apel terbaik di Indonesia disini !

Untuk informasi lebih lanjut hubungi :

WA : 08113692868

IG : @Dehealth_Supplies

Source:

  • Ali, Z., Wang, Z., Amir, R.M., Younas, S., Wali, A., Adowa, N. and Ayim, I., 2016. Potential uses of vinegar as a medicine and related in vivo mechanisms. International Journal for Vitamin and Nutrition Research, 86(3-4), pp.127-151.

  • Arpah, M., Syarief, R., Hermanianto, J. and Apriyantono, A., Regulasi Kadaluwarsa Pangan Nasional Dan Internasional (National And International Regulations Regarding Open Dating Of Food Products).

  • Casale, M., Abajo, M.J.S., Sáiz, J.M.G., Pizarro, C. and Forina, M., 2006. Study of the aging and oxidation processes of vinegar samples from different origins during storage by near-infrared spectroscopy. Analytica Chimica Acta, 557(1-2), pp.360-366.

  • Cortesia, C., Vilchèze, C., Bernut, A., Contreras, W., Gómez, K., De Waard, J., Jacobs Jr, W.R., Kremer, L. and Takiff, H., 2014. Acetic acid, the active component of vinegar, is an effective tuberculocidal disinfectant. MBio, 5(2), pp.e00013-14.

  • Cousin, F.J., Le Guellec, R., Schlusselhuber, M., Dalmasso, M., Laplace, J.M. and Cretenet, M., 2017. Microorganisms in fermented apple beverages: current knowledge and future directions. Microorganisms, 5(3), p.39.

  • Rahayu, W.P., H. Nababan, S. Budijanto, dan D. Syah. 2003. Pengemasan, Penyimpanan dan Pelabelan. Badan Pengawasan Obat dan Makanan, Jakarta.

  • Yagnik, D., Serafin, V. and J Shah, A., 2018. Antimicrobial activity of apple cider vinegar against Escherichia coli, Staphylococcus aureus and Candida albicans; downregulating cytokine and microbial protein expression. Scientific reports, 8(1), pp.1-12.

Product related to this journal: